October 5, 2020 eddye 0Comment

Kompetisi sepak bola dunia telah ditangguhkan karena penyebaran virus Covid-19. Setiap orang di dunia sepak bola harus berhenti sejenak dan fokus mencegah penyebaran virus. Sama seperti komunitas lainnya dikutip dari bandarq, mereka perlu tinggal di rumah dan membatasi pergaulan mereka dengan orang-orang di sekitar mereka.

Bagi para pemain, situasi ini tentunya akan menimbulkan banyak tantangan. Salah satunya adalah mengembalikan model diet. Dalam kalender kompetisi reguler, menurut data dari Laporan Survei Cedera Klub Elite UEFA 2016/2017, rata-rata tim Eropa dikatakan telah berlatih sebanyak 21 kali dan bertanding sebanyak 5 kali dalam kurun waktu 1 bulan. Peter Krawietz menjelaskan di liverpoolfc.com, setiap sesi latihan Liverpool berlangsung 60-90 menit.

Pemain mungkin dapat melakukan latihan yang biasanya mereka lakukan di rumah masing-masing. Namun tentunya para pemain terbaik bisa berlatih dengan leluasa di rumah, tentunya tidak akan maksimal saat mereka berlatih bersama klub dalam kalender kompetisi. Jika pemain tidak pandai memulihkan diet mereka, mereka mungkin kelebihan berat badan saat pertandingan dibatalkan.

Dengan menurunnya intensitas aktivitas fisik yang dilakukan para pemain, tentunya kalori yang terbakar juga akan berkurang. Untuk mengetahui rata-rata kalori yang terbakar dalam latihan dan kompetisi, pertama-tama kita harus mengetahui berat rata-rata pemain Eropa.

Menurut studi Laura Sutton (dkk, 2009) rata-rata berat kiper Liga Utama Inggris 91,2 kg. Sementara itu, bek memiliki berat rata-rata 86,0 kg, gelandang 78,0 kg dan striker rata-rata 82,7 kg. Jika kita merujuk pada olahan data.com Premier League 2018/2019, terlihat rata-rata bobot pemain Premier League tersebut sekitar 76 kg.

Dari artikel treatment.com dijelaskan bahwa pemain Newcastle United rata-rata bisa membakar 32.323 kalori selama musim 2018/2019. Artinya, rata-rata pemain Newcastle United membakar sekitar 850 kalori per pertandingan. Bagaimana dengan fase pelatihan? Pada fase latihan, menurut data www.health.harvard.edu, latihan sepak bola membakar rata-rata 210-311 kalori setiap 30 menit latihan tergantung berat badan seseorang.

Kelebihan berat badan akan memengaruhi indeks massa tubuh (BMI) Anda. Peningkatan BMI pasti akan mempengaruhi performa pemain. Menurut Dr. Mahesh Singh Dhapola dan Dr. Bharat Verma (2017) menyatakan bahwa terdapat hubungan terbalik antara indeks massa tubuh dan ketangkasan. Semakin tinggi BMI seseorang, maka kemampuan dribbling dan kelincahannya akan semakin menurun.

Robert Podstawski (et al, 2013) juga melakukan penelitian tentang pengaruh peningkatan indeks massa tubuh terhadap kinerja fisik. Dalam studi kekuatan daya tahan menggunakan metode tes burpee 3 menit, Podstawski menemukan bahwa peningkatan 1% parameter indeks massa tubuh akan menurunkan kemampuan untuk melakukan tes burpee sebesar 0,97%. .

Yang pertama adalah meningkatkan asupan protein Anda. Peningkatan asupan protein selama istirahat terbukti efektif dalam menjaga tubuh tetap ramping. Biasanya, atlet membutuhkan asupan protein yang lebih tinggi daripada orang normal, yaitu sekitar 1,4-1,7 g / protein / kg berat badan dibandingkan dengan 0,8 g / protein / kg berat badan yang dibutuhkan oleh rata-rata orang. Dalam penelitiannya, Melinda meningkatkan asupan protein untuk atlit dengan takaran 2.3g / protein / kg berat badan dan terbukti dapat menjaga jaringan tubuh tanpa lemak dan mencegah penumpukan lemak di jaringan. Tak hanya itu, asupan protein yang tinggi juga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama sehingga atlet tidak mudah merasa lapar.

Cara kedua adalah dengan menggunakan salah satu metode diet, yaitu “Low Energy Diet Plan” atau Low-ED. Low-ED merupakan konsep diet yang menggunakan makanan rendah kalori seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, atau daging tanpa lemak. Dengan pola makan ini, atlet memiliki kebebasan untuk makan makanan dalam jumlah besar dan memberikan perasaan kenyang, namun di sisi lain, sedikit kalori dari makanan yang dimakan tidak akan menyebabkan penambahan berat badan pada atlet meskipun intensitas latihan yang dilakukan cenderung meningkat. mengurangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *