September 3, 2020 eddye 0Comment

Apakah Anda baru-baru ini menolak pinjaman online atau pengajuan kredit? Nah, inilah saatnya Anda melihat BI Checking Anda. BI Checking adalah layanan Debtor Information System (SID) atau pencatatan riwayat kredit seseorang untuk bank atau lembaga keuangan non bank, termasuk FinTech. Untuk informasi lebih lanjut, lihat artikel Jaka tentang BI Checking di bawah ini.

Singkatnya, BI Checking adalah semua riwayat kredit nasabah, baik atau buruk. Nah, keseluruhan cerita ini tercatat di Sistem Informasi Debitur (SID). Laporan data ini dapat dikonsultasikan oleh lembaga keuangan, perbankan atau non-perbankan, untuk mengetahui kredibilitas nasabah. Catatan kredit menentukan apakah pengajuan pinjaman akan disetujui atau tidak.

Jika kredit atau pinjaman pelanggan negatif, sulit bagi pelanggan untuk mengajukan pinjaman dari lembaga keuangan mana pun, termasuk FinTech. Sebagai catatan, jika Anda belum sama sekali mengajukan kredit atau pinjaman dari bank atau non bank, maka Anda sama sekali tidak memiliki riwayat kredit. Artinya BI Checking sudah bersih. Sekarang Anda bertanya-tanya, kredit seperti apa yang bisa mempengaruhi kendali BI? Berikut tipenya.

Kartu kredit, jika Anda memiliki kartu kredit dan sering tidak disiplin dalam membayar tagihan kartu atau sudah lewat waktu, ini akan menjadi catatan tersendiri dalam laporan SID Anda.

Semua jenis pinjaman bank atau non bank, unsecured credit (KTA) juga mempengaruhi rasio SID. Jika Anda ingin BI Checking Anda tetap bersih, Anda perlu disiplin tentang pembayaran pinjaman sebelum jatuh tempo.

KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) dan KPM (Kredit Kepemilikan Mobil / Motor) juga akan dimasukkan dalam sejarah pinjaman.

Skor BI Checking

Baik atau buruk BI Checking seseorang ditentukan oleh skor yang dikenal sebagai skor kredit atau kumpulan. Grup koleksi dihitung dari 1-5 (semakin kecil semakin baik). Lembaga perbankan atau non perbankan, termasuk pengajuan pinjaman online, akan menolak orang yang pengendalian BI-nya mendapat skor 3, skor 4, dan skor 5. Artinya orang tersebut masuk daftar hitam kontrol BI. Bank atau non-bank tidak mau mengambil kesempatan dengan orang-orang yang sudah masuk daftar hitam. Pasalnya, jika kelak orang tersebut tidak mampu mengembalikan pinjaman, jelas pemberi pinjaman akan terganggu dan kehilangan bisnis.

Karena kredit macet akan mempengaruhi laporan non performing loan (NPL) perusahaan Anda. NPL yang tinggi mengakibatkan penurunan modal perusahaan. Sedangkan BI Checking yang disukai bank adalah yang mendapat skor 1. Sebaliknya yang mendapat skor 2 tetap perlu diawasi. Ini karena masih ada tunggakan meski tidak lebih dari 90 hari.

Cara melihat BI Checking

Jika Anda baru saja mengajukan pinjaman secara online dan kemudian menolak, Anda perlu melihat BI Checking Anda. Untuk memeriksa skor BI Checking Anda, berikut cara melakukannya.

1. Tanyakan kepada lembaga keuangan tempat Anda mengajukan pinjaman

Anda dapat mengetahui status BI Checking Anda di lembaga keuangan, baik perbankan maupun non-perbankan, tempat Anda mengajukan kredit. Asalkan lembaga keuangan tersebut merupakan anggota Biro Informasi Kredit. Sebagai catatan, permintaan data SID ini gratis.

2. Melalui SLIK OJK

Status skor kredit Anda di OJK kini dapat dilihat melalui Sistem Informasi Keuangan (SLIK). SLIK adalah sistem yang dirancang untuk menjadi wadah informasi pembiayaan dan perkreditan antar lembaga keuangan. SLIK akan mencatat semua data yang relevan untuk lembaga keuangan. Selanjutnya Anda akan diminta mengisi formulir pengajuan debitur oleh petugas OJK.

Sekadar informasi, Kantor OJK dan Cabang OJK saat ini menyediakan meja khusus untuk melayani pertanyaan seputar debitur. Sehingga prosesnya akan lebih cepat dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *