November 7, 2020 eddye 0Comment

Kapanpun Anda ingin mengambil pinjaman dari bank, baik dalam bentuk kartu kredit, KTA (kredit tanpa agunan), KKB (kredit otomotif), KPR (kredit pemilikan rumah) atau pinjaman lainnya, biasanya bank pasti akan mengevaluasi kredibilitas Anda. terlebih dahulu. Target. tujuan? Tentunya untuk menentukan apakah Anda bisa dipercaya untuk melunasi cicilan di kemudian hari, tanpa tunggakan.

Biasanya penentuan ini juga tidak dilakukan secara sembarangan. Bank akan menggunakan Sistem Informasi Debitur (SID) untuk melakukan pemeriksaan data atas informasi calon debitur (Inspeksi BI). Bagi yang belum tahu, SID adalah sistem pertukaran informasi tentang debitur dan kredit dari bank dan lembaga keuangan.

Oleh karena itu, SID sebenarnya mencatat semua data dan history angsuran / pembayaran pinjaman lain yang pernah Anda ambil, baik baru maupun lama, dan juga mencatat apakah Anda sudah jatuh tempo atau selalu melakukan pembayaran rutin.

Data cek ini disebut UID historis dan untuk mendapatkan akses ini bank dapat meminta dari Bank Indonesia. Namun, beberapa waktu lalu terjadi perubahan sistem.

Mulai Januari 2018, seluruh proses otentikasi BI tidak dapat lagi diakses untuk mendapatkan UID historis melalui Bank Indonesia. Anda bisa mendapatkannya melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Sistem Layanan Informasi Keuangan atau slik online.

Jika Anda menggunakan istilah “Cek BI lebih sering”, sebenarnya istilah ini memiliki pengertian berupa pengecekan data Anda di Bank Indonesia, tujuannya untuk mengetahui apakah nama Anda masih tergolong bersih dan tidak ada tunggakan. Jika namanya bersih, artinya Anda bisa mengajukan pinjaman dari bank atau lembaga pembiayaan lain secara mandiri (sewa guna usaha, berbagai keuangan, dll.)

Proses “Pemeriksaan BI” sendiri biasanya dilakukan dengan melakukan pengecekan data yang ada di Sistem Informasi Debitur di Bank Indonesia. Setelah itu, Anda bisa mendapatkan hasil cek dari sistem berupa UID historis yang akan menunjukkan skor kredibilitas kredit Anda.

Saat ini melakukan Pemeriksaan BI tidak lagi melalui SID di Bank Indonesia, tetapi melalui SLIK di OJK. Mengapa demikian? Karena saat ini pemerintah telah melakukan perubahan. Cara melihat pemeriksaan BI saat ini bisa dilakukan di OJK melalui SLIK (Sistem Informasi Informasi Keuangan). Apa itu SLIK OJK?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *