September 16, 2020 eddye 0Comment

Melalui tangan para perajin batik, generasi milenial bisa berbangga hati dalam memadukan dan memadankan batik dalam kesehariannya. Tidak hanya baju, mulai dari syal, kalung, gelang, sepatu hingga kipas angin pun bisa dibuat dengan cara menambahkan unsur batik tersebut.

Meski sempat menunda animasi pada 1980-an karena dianggap ketinggalan zaman dan tidak sesuai dengan tren merek luar negeri, namun membuat anak muda enggan mengenakan batik. Pasar yang tidak mendukung membuat banyak pengusaha batik gagal. Baru setelah diakui UNESCO, batik merupakan warisan budaya takbenda milik bangsa Indonesia yang wajib dilestarikan. Perkembangan produktivitas dan inovasi batik mulai berkembang pesat.

Pada tanggal 2 Oktober 2009, melalui Sidang Tahunan ke-4 Komite Warisan Budaya Tak Dibudidayakan UNESCO, Komite menerima bahwa Batik Indonesia masuk dalam Daftar Warisan Budaya Tak Dibudayakan UNESCO di bawah kategori “Daftar Perwakilan Warisan Budaya Tak Manusiawi”. Sampai saat ini, 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Secara historis, penetapan Batik dalam Daftar Warisan Budaya Manusia Tak Berwarna UNESCO merupakan upaya pemerintah Republik Indonesia untuk melindungi dan mengembangkan batik Indonesia.Pemerintah Indonesia pada tahun 2008 mengusulkan agar batik Indonesia masuk dalam Daftar Warisan Budaya. Sertifikat tersebut ditandatangani pada 30 September 2009 oleh Direktur Jenderal Unesco Koïchiro Matsuura, dan pada November 2009 digantikan oleh Irina Bokova.

Sejalan dengan Rekomendasi Pemerintah Indonesia untuk Praktik Terbaik untuk Perlindungan Batik Indonesia, UNESCO juga mengadakan program “Pendidikan dan Pelatihan Warisan Batik Indonesia untuk SD, SMP, SMU, SMK” pada 1 Oktober 2009 dan Mahasiswa Politeknik, bekerja sama dengan Museum Batik Pekalongan. “Program ini merupakan program konservasi batik yang paling mencerminkan prinsip dan tujuan Konvensi Unesco tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda.

Berbagai kalangan kini dapat menggunakan batik yang telah dikenal oleh berbagai dunia. Dulu, batik hanya digunakan oleh mereka yang termasuk keluarga keraton. Para abdi dalem inilah yang menyampaikan ilmu batik kepada lingkungannya hingga berkembang hingga saat ini. Proses pembuatan batik tulis merupakan pekerjaan membatik yang dilakukan dengan cara menulis menggunakan canting atau menggunakan stempel besi yang dicelupkan ke dalam lilin sebagai pola sebelum dicelupkan ke dalam pewarna yang terdiri dari bahan alam dan bahan kimia. Batik merupakan salah satu bentuk pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, melalui proses pembelajaran. Dalam proses membatik ini juga ada nilai sosial dimana kesabaran dan perlengkapan menjadi kuncinya.

Berdasarkan etimologi dan terminologinya, batik merupakan rangkaian kata “mba” yang dalam bahasa jawa diartikan sebagai ngembat atau melempar berkali-kali dan “tik” berasal dari kata titik. Oleh karena itu, membatik berarti menghilangkan jahitan pada kain berkali-kali. Dengan kata lain, Batik berasal dari bahasa Jawa yaitu “amba” yang artinya tulisan dan “tik” yang artinya titik. Secara harfiah batik adalah seni menghias kain dengan cara ditulisi dan dijahit. Dalam Kamus Besar Indonesia, batik adalah kain batik yang dibuat secara khusus dengan menuliskan atau menyalakan lilin (wax) pada kain tersebut, kemudian diolah dengan cara tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *